Pahala dan Keutamaan Menghidupkan Sunah-Sunah dalam Shalat

Habib Bagir bin Yahya

Berikut adalah ringkasan pengajian Al-Habib Bagir bin Yahya dalam Jalsatul Itsnain Majelis Rasulullah SAW di Masjid Raya Almunawar, Pancoran, pada 7 September 2015. Dalam pengajian ini, beliau mengupas tuntas tentang cara meraih cinta Allah SWT melalui amalan sunah, khususnya sunah-sunah di dalam shalat.

Kunci Meraih Cinta Allah SWT

Al-Habib Bagir bin Yahya menjelaskan bahwa cara pertama untuk meraih cinta Allah SWT adalah dengan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW. Bagi laki-laki, teladan utamanya adalah Rasulullah SAW, sedangkan bagi perempuan, panutannya adalah putri beliau, Sayyidah Fatimah Az-Zahra RA, yang merupakan pemimpin wanita seluruh alam (Sayyidatun Nisa’il ‘Alamin).

Beliau mengingatkan pentingnya memilih panutan yang benar, karena kelak di hari kiamat, seseorang akan dibangkitkan bersama orang yang ia cintai.

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.”

Mencintai dan meneladani Rasulullah SAW dan ahlul baitnya adalah jaminan untuk dapat bersama mereka di akhirat kelak.

Mengamalkan Sunah, Jalan Menuju Cinta-Nya

Cara kedua untuk mendapatkan cinta Allah adalah dengan mengamalkan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW. Siapapun yang menghidupkan dan mengamalkan sunah Rasulullah SAW, ia akan meraih cinta Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Tidaklah seorang hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah (nawafil) hingga Aku mencintainya.”

Menghidupkan sunah adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda:

“Barangsiapa yang menghidupkan sunahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.”

Ribuan Sunah dalam Shalat, Berapa yang Kita Amalkan?

Habib Bagir menyoroti betapa banyaknya sunah dalam ibadah shalat yang seringkali terlewatkan. Para ulama menyebutkan ada 500, 800, bahkan hingga 1000 sunah di dalam shalat. Beliau mengajak kita untuk merenung, “Berapa banyak sunah shalat yang sudah kita amalkan?”

See also  Lengkap - Amal Ramadan Albahjah 2025 & Pengajian Buya Yahya

Kunci agar ilmu bermanfaat adalah dengan langsung mengamalkannya. Ketika kita belajar satu sunah shalat, misalnya tentang bersiwak sebelum shalat, maka amalkanlah dengan penuh penghayatan bahwa ini adalah sunah Rasulullah SAW. Dengan begitu, ilmu tersebut akan meresap dan tidak mudah dilupakan.

Pahala Besar di Balik Sunah-Sunah Shalat

Beliau kemudian memberikan beberapa contoh amalan sunah dalam shalat yang sering dianggap sepele namun memiliki pahala yang besar, berdasarkan penjelasan dari Al-Habib Umar bin Hafidz.

  • Bersiwak: Ini adalah sunah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Saking pentingnya, beliau bersabda, “Kalau tidak memberatkan umatku, maka akan aku perintahkan (wajibkan) mereka untuk bersiwak setiap sebelum shalat.” Para ulama terdahulu, seperti Mufti Betawi Al-Habib Usman bin Yahya, sangat menjaga amalan ini hingga rela kembali pulang ke rumah jika siwaknya tertinggal.
  • Memakai Penutup Kepala (Peci/Imamah): Merupakan adab dan sunah saat shalat.
  • Mengenakan Pakaian Lengan Panjang: Shalat dengan lengan pendek hukumnya makruh. Sunahnya adalah mengenakan pakaian yang menutup hingga pergelangan tangan.
  • Memakai Minyak Wangi: Rasulullah SAW sangat menyukai wewangian, dan memakainya sebelum shalat adalah sunah.
  • Memakai Rida’ (Selendang): Meletakkan selendang di pundak saat shalat juga termasuk sunah.
  • Memakai Cincin: Sunah bagi laki-laki memakai cincin di jari kelingking.

Al-Habib Umar bin Hafidz menyebutkan bahwa setiap satu amalan sunah yang dikerjakan sebelum shalat (seperti bersiwak, memakai peci, memakai wewangian, dll.) akan mendapatkan pahala 10 kali lipat di luar shalat. Bayangkan berapa banyak pahala yang bisa kita kumpulkan hanya dari persiapan shalat saja.

Kesimpulan

Mari kita mulai menghidupkan kembali sunah-sunah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam ibadah shalat kita. Mulailah dari hal-hal kecil yang mungkin kita anggap sepele. Dengan mengikuti sunah, kita tidak hanya mendapatkan pahala berlipat, tetapi yang terpenting adalah meraih cinta Allah SWT dan jaminan untuk bersama sang kekasih, Nabi Muhammad SAW, di surga kelak.

See also  Habib Hasan Nurul Musthofa Wafat: Kronologi & Kata Keluarga
Leave a reply

Enable Notifications OK No thanks